Ekonomi Tumbuh 5% Tapi Pengangguran Masih Tinggi

Ekonomi Tumbuh 5% Tapi Pengangguran Masih Tinggi

plutkumkmgianyar.com – Ekonomi Tumbuh 5%, Tapi Mengapa Pengangguran Masih Tinggi? Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada kuartal terakhir — sebuah pencapaian yang secara makroekonomi terbilang positif. Namun, pertanyaan besar muncul: kenapa angka pengangguran masih tetap tinggi, bahkan tak menunjukkan penurunan yang signifikan?

1. Pertumbuhan Tak Merata ke Sektor Padat Karya

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi seringkali ditopang oleh sektor-sektor yang tidak menyerap banyak tenaga kerja, seperti pertambangan, digital, dan finansial. Sayangnya, sektor padat karya seperti manufaktur atau pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja tidak tumbuh secepat itu.

2. Ketimpangan Keterampilan Tenaga Kerja

Perkembangan teknologi dan digitalisasi mendorong kebutuhan tenaga kerja yang lebih terampil. Sayangnya, banyak pencari kerja belum memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri. Akibatnya, meskipun lapangan kerja tersedia, jumlah orang yang siap mengisi posisi tersebut masih terbatas.

3. Pertumbuhan Tidak Disertai Pemerataan

Pertumbuhan ekonomi masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara daerah-daerah lain, terutama luar Jawa, belum merasakan manfaat yang signifikan. Ini menyebabkan pengangguran di daerah masih tinggi karena kurangnya kesempatan kerja.

Baca juga : OBBB Jadi Kemenangan Ekonomi Besar, Tapi Masih Diserang Isu Defisit

4. Pekerja Informal Masih Mendominasi

Banyak orang bekerja di sektor informal seperti ojek online, pedagang kaki lima, atau pekerja harian lepas. Mereka tidak tercatat sebagai pengangguran, tetapi juga tidak memiliki jaminan kerja, upah tetap, atau perlindungan sosial. Ini menciptakan “pengangguran terselubung” yang tak tercermin secara utuh dalam data resmi.

5. Efek Pascapandemi Masih Membekas

Pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan menyusutkan ukuran operasional mereka. Beberapa belum kembali ke kondisi normal dan enggan melakukan perekrutan besar-besaran. Meski ekonomi pulih, dunia kerja masih sangat berhati-hati.

6. Minimnya Investasi di Sektor Penyerap Tenaga Kerja

Sektor UMKM yang biasanya menyerap banyak tenaga kerja belum sepenuhnya pulih. Akses modal dan daya beli masyarakat yang belum kembali seperti semula membuat banyak usaha mikro tidak bisa memperluas operasional atau membuka lowongan baru.

Solusi yang Bisa Didorong

Untuk menjawab tantangan ini, ada beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan:

  • Pelatihan vokasi berbasis industri

  • Insentif untuk perusahaan yang membuka lapangan kerja

  • Dukungan konkret bagi UMKM

  • Perluasan ekonomi kreatif dan digital inklusif

  • Pengembangan infrastruktur di luar Jawa

Pertumbuhan ekonomi memang penting, tapi belum cukup jika tidak diiringi dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan merata. Pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu bekerja sama agar pertumbuhan 5% ini benar-benar terasa hingga ke akar rumput dan mampu menekan angka pengangguran secara nyata.